Situs New York Times melaporkan, nilai akuisisi itu US$ 3,2 miliar atau sekitar Rp 36,9 triliun. “Ini akan menjadi akuisisi terbesar dalam sejarah Apple,” tulis situs The New York Times, Jumat, 9 Mei 2014.
Adapun akuisisi ini termasuk layanan streaming Beats Music yang sudah diperkenalkan pada Januari 2013. Lewat Beats Music, Apple sekaligus bertransformasi dalam menghadirkan konten musiknya, setelah selama satu dekade dikenal berkat iTunes.
Sumber Internal Apple yang enggan disebutkan namanya mengatakan kesepakatan dengan Beats hampir rampung. “Jika kesepakatan sudah tercapai, keduanya akan segera mengumumkan ke publik,” kata sumber itu.
Langkah Apple mengakuisisi Beats dianggap tidak biasa. Apalagi, jumlah pemasukan perusahaan yang bermarkas di California, Amerika Serikat, ini mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir. Apple rupanya ingin melakukan penguatan konten dari sisi musik.
Meski Apple harus menggelontorkan dana fantastis, Beats diyakini bakal memberikan keuntungan bagi Apple. Beats Music bakal memacu penggunanya lewat perangkat iPhone dan iPad.
Mengakuisi banyak perusahaan menjadi tradisi Apple sejak perusahaan ini dipimpin Tim Cook pada 2011. Dalam sebuah wawancara, Cook mengatakan Apple mengakusisi 24 perusaahan hanya dalam waktu 18 bulan.
Ini sangat berbeda dibanding ketika Apple dipimpin mendiang Steve Jobs. Jobs dikenal sebagai CEO yang tidak banyak melakukan akuisisi.